Rektor UIMandiri Bongkar Tiga Kunci Sukses Bima Arya: Mencicil Harapan, Merawat Dukungan, Membangun Pasukan

Bedah Buku Babad Alas dari perjalanan 10 tahun kepemimpinan karya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, berlangsung penuh inspirasi di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Supriyanto, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, Inspektur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, pimpinan BUMD, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta ratusan mahasiswa dari UIMandiri, UMK, STAI Yasba, Mahasiswa Al-Nur, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Buku Babad Alas sendiri memuat refleksi perjalanan kepemimpinan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut mengulas berbagai pengalaman tentang kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik yang dapat menjadi referensi bagi generasi muda dan para pemimpin masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIMandiri, Rustono Farady Marta, menyampaikan sejumlah pelajaran penting yang ia petik dari pemaparan Bima Arya.
Menurut Rustono, seminar tersebut menjadi momentum berharga untuk belajar mengenai makna kepemimpinan yang sesungguhnya.
“Kepemimpinan tidak hanya soal memimpin sebuah wilayah atau organisasi, tetapi dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, keluarga, hingga lingkup yang lebih besar,” ujarnya.
Rustono menyoroti tiga pesan utama yang disampaikan Bima Arya, yakni mencicil harapan, merawat dukungan, dan membangun pasukan.
Ia menjelaskan, harapan harus terus ditumbuhkan dalam diri setiap individu dan masyarakat yang dipimpin. Sementara dukungan perlu dirawat melalui kolaborasi dan kebersamaan agar mampu melahirkan kekuatan kolektif dalam membangun daerah.
“Mulai dari mencicil harapan, merawat dukungan, hingga membangun pasukan. Tiga hal ini merupakan pelajaran luar biasa dari perjalanan 10 tahun kepemimpinan Pak Bima Arya yang mengantarkan beliau hingga dipercaya menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri,” kata Rustono Rektor.
Kepada para mahasiswa, Rustono mengajak generasi muda menjadikan Lampung Selatan sebagai ruang pengabdian dan pembangunan.
“Kita hidup di Lampung Selatan yang merupakan anugerah luar biasa. Mari bersama-sama mencicil harapan dari jutaan masyarakat yang tinggal di daerah ini, merawat dukungan dari semua pihak, dan membangun pasukan yang mampu membawa kejayaan Lampung Selatan di masa depan,” pesannya
Bedah Buku Babad Alas berlangsung semakin menarik ketika sesi dialog dibuka. Sejumlah mahasiswa UIMandiri memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Bima Arya mengenai kepemimpinan.
Salah satunya Tosy Mahasiswa UIMandiri Program Studi Administrasi Publik yang mempertanyakan perbedaan antara teori kepemimpinan yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Bima Arya menegaskan bahwa teori merupakan fondasi penting, namun pengalaman menghadapi persoalan masyarakat adalah sekolah kepemimpinan yang sesungguhnya.
“Semakin banyak bertemu orang dan menghadapi persoalan, semakin tajam insting kepemimpinan seseorang,” ujar Bima.
Senada dengan Mulyadi, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UIMandiri yang juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menanyakan satu kekuatan utama yang harus dimiliki mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan.
Menanggapi hal tersebut, Bima mengajak generasi muda memiliki tujuan hidup yang jelas serta memahami manfaat yang ingin diberikan kepada masyarakat.
“Mulailah dari tujuan akhir hidup. Bayangkan warisan apa yang ingin ditinggalkan. Dari situlah arah perjuangan akan terbentuk,” pesannya.
Tak kalah menarik, Ketua Harian UIMandiri, Toto Priyana, turut mengajukan pertanyaan mengenai cara mewariskan semangat kepemimpinan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Bima menegaskan bahwa tujuan utama seorang pemimpin bukanlah mengejar jabatan atau kekuasaan, melainkan memberikan manfaat serta meninggalkan warisan kebaikan bagi masyarakat.
Menurutnya, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” tegasnya.
Di akhir dialog, Bima kembali menekankan bahwa seorang pemimpin akan dikenang bukan karena lamanya menjabat, melainkan karena manfaat dan warisan kebaikan yang ditinggalkannya bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi tersebut.
Menurutnya, buku Babad Alas menyuguhkan banyak pelajaran berharga tentang tantangan, dinamika, serta proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Bupati Egi juga mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Melalui momentum ini diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran bagi generasi muda dalam membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada pelayanan publik guna menyongsong Indonesia Emas 2045,”pungkasnya.
“Pendidikan tinggi yang berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang.”
Berita Lainnya
Lihat semua →
Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya Puji Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan
Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya Puji Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan

BEASISWA PROGRAM DOKTOR UNTUK DOSEN INDONESIA TAHUN 2026 RESMI DIBUKA!
BEASISWA PROGRAM DOKTOR UNTUK DOSEN INDONESIA TAHUN 2026 RESMI DIBUKA!

UIMandiri dan MNC University Resmi Berkolaborasi, Perkuat Pendidikan dan Riset untuk Cetak SDM Unggul Era Digital
UIMandiri dan MNC University Resmi Berkolaborasi, Perkuat Pendidikan dan Riset untuk Cetak SDM Unggul Era Digital
