Berita Umum

Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya Puji Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan

Humas UIMandiri
20 Juni 2026
Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya Puji Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan
Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya Puji Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, menilai Kabupaten Lampung Selatan memiliki modal besar untuk berkembang menjadi daerah maju dan berdaya saing tinggi. Selain memiliki posisi geografis yang strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera, Lampung Selatan juga dinilai kaya akan identitas budaya dan nilai historis yang dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat wawancara dengan media seusai menghadiri Seminar Nasional Bedah Buku “Babad Alas” yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Bupati, unsur Forkopimda, Supriyanto Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, Inspektur, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, pimpinan BUMD, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, Mahasiswa UIMandiri, mahasiswa UMK, STAI Yasba, Universitas Al-Nur serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wamendagri Bima Arya membagikan berbagai pengalaman selama memimpin Kota Bogor. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai tanpa strategi yang matang, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan membaca tantangan yang akan datang.

“Saya membagikan pengalaman beberapa hal yang saya lakukan secara langsung di Kota Bogor. Semua harus memiliki strategi dan taktik yang jelas. Pengalaman ini mungkin dapat menjadi referensi sekaligus bahan renungan untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin terjadi di masa mendatang,” ujar Wamendagri di lensa kamera media bangkitpos.

Ia menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Namun, pengalaman dan pembelajaran dari daerah lain dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah.

Saat ditanya mengenai potensi yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan, Bima Arya menyampaikan apresiasinya terhadap posisi strategis daerah tersebut.

Menurutnya, Lampung Selatan merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pariwisata.

“Lokasi Lampung Selatan sangat strategis. Ini merupakan gerbang Sumatera dari Pulau Jawa. Potensi ekonominya sangat besar, tinggal bagaimana dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” paparnya.

Selain letak geografis, Bima Arya juga menyoroti kuatnya identitas budaya dan sejarah yang dimiliki Lampung Selatan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Lampung Selatan dalam membangun karakter daerah melalui konsep Spirit of Krakatau sebagai identitas pembangunan daerah.

“Saya melihat Lampung Selatan memiliki identitas yang kuat, baik dari sisi budaya maupun sejarah. Saya mengapresiasi upaya Pak Bupati yang sedang membangun dan memperkuat identitas daerah melalui Spirit of Krakatau,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa identitas tersebut tidak boleh berhenti sebatas slogan atau narasi semata. Spirit of Krakatau harus diterjemahkan menjadi berbagai program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Spirit of Krakatau harus memiliki turunan-turunan program yang jelas. Dari identitas itulah nantinya lahir berbagai inovasi, kegiatan, dan kebijakan yang dapat menjadi nilai jual atau selling point Lampung Selatan di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.

Kemudian media ini juga menyinggung tentang Obrolan Bima Arya Wamendagri dengan Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan saat pidatonya di podium terkait dengan Pembasahan apa? Bima Arya mengungkapkan salah satunya Spirit of Krakatau sebagai Identitas Masa Depan Lampung Selatan dan Bima Arya meyakini bahwa dengan dukungan kepemimpinan daerah yang visioner, penguatan identitas lokal, serta pemanfaatan potensi strategis yang dimiliki, Lampung Selatan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah unggulan di Provinsi Lampung.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana semuanya diterjemahkan menjadi program yang nyata, konsisten, dan mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,”tutup Egi.

Pendidikan tinggi yang berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang.