Hanuang 2026 Warnai Penyambutan Mahasiswa Baru UIMandiri, Zita Anjani Tantang Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna AI

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bergerak begitu cepat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan terus mengembangkan kompetensi.
Pesan tersebut mengemuka pada hari kedua kegiatan Harmoni Akademik Nagamandala Untuk Anak Unggul Negeri (Hanuang) 2026 bagi mahasiswa baru Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) Tahun Akademik 2026/2027. Berlangsung dihelat di aula SMA kebangsaan Kamis,(17/9/2026).
Hadir sebagai pemateri, Zita Anjani, S.Sos., Utusan Presiden Bidang Pariwisata, memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya memanfaatkan AI secara bijak sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Zita mengingatkan mahasiswa agar AI tidak digunakan untuk menggantikan kemampuan berpikir manusia.
âAnggap AI itu sebagai karyawan kamu. Kamu suruh dia untuk bekerja, jangan pemikiran dia bekerja untuk kamu.â Ucap Zita.
Menurut Zita, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai pekerjaan, seperti mencari informasi, mengembangkan ide, melakukan riset, membuat katalog, menyusun materi promosi hingga mendukung pekerjaan produktif.
Namun, mahasiswa tetap harus menjadi pihak yang mengendalikan teknologi tersebut.
âYang kamu perlukan bukan bagaimana AI berpikir untuk kamu, tetapi bagaimana kamu mendelegasikan pekerjaan kepada AI.âUjar Zita Anjani.
Zita menekankan bahwa perkembangan teknologi juga membawa perubahan terhadap kebutuhan dunia kerja. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya bergantung pada teknologi.
Kreativitas, kemampuan beradaptasi, empati, simpati, etika, kepemimpinan, dan manajemen menjadi kompetensi yang perlu terus diasah.
âKe depan, orang-orang yang berhasil adalah orang yang mampu berpikir secara kreatif, mudah beradaptasi, memiliki empati dan simpati, memahami etika, leadership, serta manajemen.âjelasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecanggihan teknologi perlu diimbangi kualitas manusia yang menggunakannya.
Selain AI, Zita mengajak mahasiswa membangun growth mindset, yaitu pola pikir untuk terus belajar dan berkembang meski menghadapi kegagalan.
Ia meminta mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi penolakan, kesulitan akademik maupun berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.
âKalau kamu dijatuhkan sekali, kamu tidak tumbang. Dijatuhkan dua kali, tiga kali, empat kali, kamu tetap bangkit. Itu yang namanya growth mindset.âungkap Zita Anjani Stafsus di hadapan mahasiswa UIMandiri.
Bagi mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi bekal penting untuk menjalani perjalanan akademik yang panjang. Bukan hanya berani memulai, tetapi juga memiliki komitmen untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
Dalam pemaparannya, Zita juga menyampaikan pentingnya pengembangan kompetensi tambahan, termasuk kemampuan bahasa asing.
Ia menyebut pembekalan mahasiswa dapat diarahkan pada bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi lingkungan kerja yang semakin terbuka.
Menurutnya, kompetensi teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, etika, serta karakter.
Kegiatan tersebut dihadir langsung oleh Rektor Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Acum Wijaya, S.E., M.M., Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan Veronica Mieke, S.Pd., M.Hum.,Direktur Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas Dr. Sigit Apriyanto, S.Pd., M.Pd. Direktur Pengembangan SDM, Ventura dan Kerjasama Gabriel Syama Riwu,S.H.,M.H, Provist Dr. Heri Sugiyanto, M.Si., Sekretaris Universitas Lastrie Arsya,S.Tr.,Gz.,M.Gz., Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Ir. Toto Priyana, M.M., dan para dekan fakultas, para dosen serta Mahasiswa mahasiswi UIMandiri.
Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut menjadi relevan bagi generasi muda AI boleh semakin pintar, tetapi manusia tidak boleh berhenti belajar.
Teknologi dapat menjadi alat untuk mempercepat pekerjaan. Namun, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, etika, kepemimpinan, dan kemauan untuk terus berkembang tetap menjadi bekal penting mahasiswa untuk menghadapi masa depan.
âPendidikan tinggi yang berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang.â
Berita Lainnya
Lihat semua â
GLOBAL Insight Seri Ke-2 UIMandiri Bahas Perdamaian Ekologis dan Kearifan Lokal
GLOBAL Insight Seri Ke-2 UIMandiri Bahas Perdamaian Ekologis dan Kearifan Lokal

UIMandiri Global Insight Seri ke-2 Hadirkan Akademisi Hong Kong, Bahas Gerakan Perdamaian Ekologis
UIMandiri Global Insight Seri ke-2 Hadirkan Akademisi Hong Kong, Bahas Gerakan Perdamaian Ekologis

UKM SPAB UI Mandiri Gandeng Mitra Bentala, Perkuat Kapasitas Mahasiswa Hadapi Risiko Bencana
UKM SPAB UI Mandiri Gandeng Mitra Bentala, Perkuat Kapasitas Mahasiswa Hadapi Risiko Bencana
